bakabar.com, BANJARMASIN - Bank Kalsel bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memperkuat sinergi dalam mendorong konsolidasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah di Banua.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat daya tahan dan peran BPR dalam pembiayaan UMKM, khususnya di wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi BPR yang digelar Bank Kalsel dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (20/1/2026).
FGD ini dihadiri perwakilan Pemprov Kalsel, OJK Kalsel, Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel, serta jajaran pemerintah kabupaten se-Kalsel yang memiliki BPR di daerahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalsel, menegaskan pentingnya penguatan lembaga keuangan daerah guna memperluas akses pembiayaan bagi UMKM pedesaan.
“Pemprov mendorong peran BPR dan Bank Kalsel sebagai penggerak inklusi keuangan agar UMKM dapat naik kelas melalui pembiayaan yang mudah diakses dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menekankan, konsolidasi BPR bukan sekadar penggabungan lembaga, tetapi upaya memperkuat tata kelola, permodalan, dan kapasitas layanan.
“Konsolidasi ini bertujuan membentuk BPR yang lebih sehat, kuat, dan adaptif sehingga mampu mendukung pembiayaan produktif UMKM serta memperluas inklusi keuangan di daerah,” kata Fachrudin.
Ia menambahkan, Bank Kalsel siap berperan sebagai mitra strategis melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga pendampingan pengembangan model bisnis BPR yang sejalan dengan transformasi digital.
Melalui forum ini, Bank Kalsel bersama Pemprov Kalsel dan OJK menegaskan komitmen bersama memperkuat ekosistem keuangan daerah yang inklusif dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.