bakabar.com, BANJARMASIN - Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Rabu (7/1/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Komisi I DPRD Kalsel ini membahas perkembangan serta penanganan banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim. Dari pihak BPBD, rapat dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra beserta jajaran.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa status kebencanaan di Kalimantan Selatan saat ini masih berada pada status Siaga. Sementara itu, Kabupaten Balangan mulai memasuki masa transisi dari status tanggap darurat menuju siaga, seiring kondisi banjir yang mulai terkendali.
Habib Hamid Bahasyim menegaskan, meskipun terdapat penurunan status di beberapa daerah, kewaspadaan tidak boleh dikendurkan. Ia meminta seluruh pihak terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengancam.
"Kita tidak boleh lengah. Koordinasi dan kesiapsiagaan harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di daerah rawan banjir. Pemantauan meliputi kesiapan personel, peralatan, hingga ketersediaan logistik penanggulangan bencana.
Ronny juga mengungkapkan bahwa pada Kamis (8/1/2026), Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan untuk meninjau langsung penanganan banjir di lapangan.
“Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong percepatan pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.
Melalui RDP tersebut, Komisi I DPRD Kalsel berharap penanganan banjir di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih terkoordinasi, cepat, dan efektif demi keselamatan masyarakat.