Banjarmasin Coba Gaet Investor Sampai ke Semarang

Jajaran Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Banjarmasin bertandang ke Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Kepala DPMPTSP Banjarmasin, Ari Yani. Foto: apahabar.com/Riyad.

apahabar.com, BANJARMASIN - Jajaran Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Banjarmasin bertandang ke Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Dalam lawatan selama 3 hari atau sejak Minggu (19/11) sampai Selasa (21/11), DPM-PTSP Banjarmasin membawa misi penting, yakni meningkatkan nilai investasi di Kota Seribu Sungai.

Nilai inventasi di Kota Banjarmasin sendiri di tahun 2022, mencapai Rp2,1 triliun. Memasuki triwulan ke-3 ini, baru sampai di angka Rp1,3 triliun. 

"Melalui gelaran forum group discussion (FGD), kami mempromosikan Banjarmasin ke para investor di sana, khususnya kawasan industri di Mantuil," kata Kepala DPM-PTSP, Ari Yani, belum lama tadi.

"Hasilnya, banyak investor di sana yang tertarik, dan menanyakan terkait kawasan industri yang ada di Mantuil, Banjarmasin," imbuhnya.

Tak hanya mempromosikan, kata Ari, pihaknya juga belajar banyak tentang cara menghidupkan kawasan industri dari Pemkot Semarang, yang nantinya akan coba diterapkan di Banjarmasin.

"Di Semarang itu banyak investor dari Bekasi dan Jakarta. Sehingga kami coba menanyakan soal itu. Tentang bagaimana cara agar menggaet lebih banyak investor luar daerah," bebernya.

Belajar dari pengalaman Pemkot Semarang, Ari Yani lantas optimis akan lebih banyak investasi yang masuk ke kota Banjarmasin, terlebih di sektor perdagangan dan jasa.

Nilai inventasi di Kota Banjarmasin sendiri di tahun 2022, mencapai Rp2,1 triliun. Memasuki triwulan ke-3 ini, baru di angka Rp1,3 triliun. Kendati demikian, Ari yakin bisa kembali sampai di capaian tersebut.

"Tiap tahun, target investasi itu Rp1,1 triliun. Di tahun ini kita sudah melampaui target. Namun saya yakin bisa mencapau seperti di tahun 2022," tandasnya.