Bang Atak Soroti Pemadaman Listrik Nyaris 5 Jam di Kalsel, Minta PLN Jujur Soal Akhir Pemadaman Bergilir

Athaillah Hasbi atau yang akrab disapa Bang Atak, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik dengan durasi hingga hampir lima jam.

Anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Athaillah Hasbi. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Athaillah Hasbi atau yang akrab disapa Bang Atak, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik dengan durasi hingga hampir lima jam di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Bang Atak, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha, pelayanan publik, hingga kegiatan pendidikan.

"Kami sangat prihatin dengan kembali terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir lima jam. Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ketika padam dalam waktu lama, tentu banyak aktivitas yang terganggu," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kelistrikan yang andal dan informasi yang jelas terkait penyebab maupun penanganan gangguan yang terjadi.

"Kalau memang ada kendala teknis, masyarakat tentu bisa memahami. Namun PLN juga harus terbuka menyampaikan penyebab gangguan, progres perbaikan, dan estimasi waktu pemulihan. Jangan sampai masyarakat dibuat bertanya-tanya karena minim informasi," katanya.
Bang Atak juga meminta PLN bersikap jujur kepada masyarakat terkait kepastian berakhirnya pemadaman bergilir yang masih terus terjadi.

"PLN harus jujur kepada masyarakat, sampai kapan pemadaman bergilir ini akan berlangsung. Jangan hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga berikan kepastian. Masyarakat berhak mengetahui kapan kondisi benar-benar kembali normal agar bisa mengatur aktivitas dan usahanya," tegas politisi Golkar tersebut.

Ia berharap PLN segera menuntaskan berbagai permasalahan yang menyebabkan gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan sehingga pemadaman berkepanjangan tidak lagi terjadi.

Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan harus menjadi perhatian serius mengingat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Banua terus meningkat.
"Kami berharap PLN mempercepat penyelesaian gangguan yang ada serta memperkuat sistem pembangkit dan jaringan distribusi listrik. Jangan sampai pemadaman seperti ini terus berulang dan menjadi beban bagi masyarakat maupun dunia usaha," tegas anggota Komisi III DPRD Kalsel.

Atak menambahkan, DPRD Kalsel akan terus mengawal persoalan kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan stabil.

"Yang paling penting saat ini adalah memastikan pasokan listrik kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir mengalami pemadaman dalam durasi yang lama," pungkasnya.