Atletik Jadi Primadona O2SN Kotim, SMPN 2 Sampit Siap Bersaing

Cabang atletik menjadi yang paling diminati dalam O2SN Tingkat Kabupaten Kotim. Tingginya antusiasme peserta, SMPN 2 Sampit menyatakan kesiapannya raih prestasi

Para peserta FLS3N dan O2SN SMP/MTs sederajat tingkat Kabupaten Kotim, mengikuti kegiatannpembukaan di SMPN 2 Sampit, belum lama ini. Foto: bakabar.com/Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Cabang atletik menjadi yang paling diminati dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026. Di tengah tingginya antusiasme peserta, SMPN 2 Sampit menyatakan kesiapan bersaing untuk meraih prestasi terbaik.

Kepala SMPN 2 Sampit, Rohana, mengatakan persiapan siswa menghadapi O2SN maupun Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) telah dilakukan sejak jauh hari melalui pembinaan ekstrakurikuler di sekolah.

“Persiapan sudah dilakukan sejak lama lewat kegiatan ekskul. Sekarang menjelang pelaksanaan lebih kami fokuskan lagi agar anak-anak siap tampil maksimal,” ujar Rohana. Selasa (12/5/2026).

Sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan, SMPN 2 Sampit menaruh harapan besar agar momentum ini mampu memacu semangat siswa dalam mengukir prestasi, baik di bidang olahraga maupun seni.

Menurut Rohana, sekolahnya mengikuti hampir seluruh cabang lomba yang dipertandingkan pada FLS3N dan seluruh cabang di O2SN. Hanya satu cabang FLS3N yang tidak diikuti.

“Harapannya tentu anak-anak bisa memberikan hasil terbaik. Kami mohon doa agar peserta dari SMPN 2 Sampit mampu meraih prestasi membanggakan,” katanya.

O2SN tahun ini diikuti 54 sekolah dengan lima cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, bulu tangkis, pencak silat, renang, dan panjat tebing.

Cabang atletik tercatat menjadi yang paling banyak diminati dengan jumlah peserta mencapai 86 orang. Disusul bulu tangkis sebanyak 39 peserta, pencak silat 38 peserta, renang 27 peserta, serta panjat tebing 12 peserta.

Sementara itu, FLS3N diikuti sekitar 57 sekolah dengan delapan cabang lomba, meliputi ilustrasi, ensemble musik, musik tradisional, mendongeng, menulis cerita, menyanyi solo, pantomim, dan tari kreasi. Lima cabang dilaksanakan secara luring dan tiga lainnya digelar daring.