bakabar.com, BANJARBARU - Pelayanan kepada calon jamaah haji asal Kalimantan Selatan diharapkan semakin meningkat setelah gedung baru Asrama Haji Kelas I Banjarmasin di Banjarbaru resmi dioperasikan.
Bangunan baru dengan fasilitas setara hotel bintang tiga itu diresmikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, Jumat (10/7).
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan bagi calon jamaah haji sekaligus pemanfaatan fasilitas publik yang lebih representatif di Kalimantan Selatan.
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) HM Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan gedung baru tersebut. Kehadiran fasilitas baru merupakan bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Syarifuddin menilai tambahan gedung dengan standar setara hotel bintang tiga akan memberikan kenyamanan kepada calon jamaah haji selama menjalani masa persiapan keberangkatan, termasuk masyarakat yang memanfaatkan fasilitas asrama.
"Ini merupakan kemajuan yang patut kita syukuri karena akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Syarifuddin.
Namun Syarifuddin mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi fisik, melainkan juga dari kemampuan seluruh pengelola dalam menjaga dan merawat aset negara agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Merawat aset negara sama pentingnya dengan membangunnya. Dengan perawatan yang baik, manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang," beber Syarifuddib.
Selain itu, Syarifuddin juga menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang profesional melalui peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta inovasi di lingkungan Asrama Haji Kelas I Banjarmasin.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Kalsel turut menyampaikan harapan agar penerbangan langsung dari Bandara Syamsudin Noor menuju Arab Saudi, baik ke Jeddah maupun Madinah, dapat segera diwujudkan sehingga memudahkan perjalanan jamaah haji maupun umrah asal Banua.
Sementara Mochamad Irfan Yusuf berharap gedung baru tersebut tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan itu, pengelolaan aset harus dilakukan secara optimal agar keberadaan gedung memberikan manfaat yang berkelanjutan.
"Tugas pertama adalah merawat gedung ini agar tetap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berikutnya adalah bagaimana gedung-gedung lama juga bisa diperbaiki sehingga memiliki kualitas yang setara dengan gedung baru ini," pesan Gus Irfan.