Gangguan Kecemasan

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan), Rentan Terjadi pada Remaja

Kecemasan (anxiety) bisa dialami oleh banyak orang tanpa disadari. Kondisi ini juga bisa dialami oleh remaja, bahkan selebritis.

Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Berlebih. Foto: dok. Freepik

apahabar.com, JAKARTA - Kecemasan (anxiety) banyak dialami oleh banyak tanpa disadari. Kondisi ini juga bisa dialami oleh remaja, bahkan selebritis.

Anxiety atau kecemasan adalah respon tubuh terhadap stress yang dialami, biasanya berupa rasa takut dan khawatir akan suatu hal. Ada banyak jenis dan penyebab terjadinya gangguan mental ini.

Kecemasan merupakan hal biasa, namun jika hal tersebut berlangsung dengan durasi lama dan mengganggu keseharian, mungkin itu tanda mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Beberapa selebritis dunia pernah terbuka mengakui mereka mengalami gangguan kecemasan ini. Ada Suga 'BTS', IU, Adele, Lady Gaga, dan masih banyak lagi.

Saat ini kecemasan juga banyak dialami oleh anak-anak muda, melalui riset Indonesia National Adolescent Mental Health Survery (I-NAMHS), diketahui sebanyak 5.3% remaja usia 10-17 tahun mengalami depresi, dan 26.7% mengalami kecemasan.

Baca Juga: Apa Itu Death Anxiety, Kecemasan akan Kematian di Adegan Film Barbie

Mengenal Gangguan Kecemasan

Merasa cemas ketika pindah ke tempat baru hingga mengikuti ujian merupakan hal yang wajar. Kecemasan ini memang terasa tidak nyaman, namun dapat dijadikan sebagai motivasi untuk berusaha lebih keras dalam melakukan kegiatan keseharian.

Namun dalam kasus gangguan kecemasan, perasaan takut tersebut selalu menghampiri dan menyebabkan seseorang berhenti melakukan kegiatan yang disukai. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, kecemasan tersebut akan terus memburuk.

Gangguan kecemasan adalah bentuk dari gangguan emosi yang dapat menyerang siapapun. Menurut American Psychiatric Association, perempuan lebih sering mengalami gangguan kecemasan daripada pria.

Dilansir Healthline, kecemasan terdiri dari beberapa jenis seperti:

1. Gangguan Panik

Panic disorder atau gangguan kepanikan, merupakan sebuah rasa takut dan gelisah yang berlebihan pada waktu yang tak terduga dan terjadi dalam jangka waktu panjang.

Biasanya orang dengan gangguan panik terjadi tanpa penyebab, dan dengan durasi 5-10 menit, namun tidak menutup kemungkinan berlangsung lama.

2. Phobia

Fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap suatu objek, situasi atau aktivitas tertentu. Biasanya terjadi akan respon dari sebuah trauma dimasa lampau.

Baca Juga: Pola Asuh Keluarga Berpengaruh pada Gangguan Mental Emosional Anak

3. Gangguan Kecemasan Sosial

Sebuah gangguan dimana penderita mengalami keakutan yang ekstrem dan terjadi terus menerus, rasa takut akan diawasi dan dihakimi oleh orang lain, bahkan rasa takut akan keramaian sosial.

Ketakutan ini dapat memperngaruhi seseorang dalam sekolah, pekerjaan hingga aktivitas harian, bahkan membuat penderita sulit mempertahankan pertemanan. Namun jangan khawatir, gangguan kecemasan ini dapat diobati.

4. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Gangguan obsesif-kompulsif atau Obsessive-compulsive disorder (OCD), merupakan sebuah gangguan dimana pengidap memiliki pemikiran untuk melakukan perilaku tertentu secara berulang-ulang.

5. Separation Anxiety Disorder

Rasa cemas akan perpisahan dengan orang terdekat, merupakan bentuk gangguan kecemasan dan takut berlebih saat berada jauh dari orang terdekat.

6. Illness Anxiety Disorder

Sebelumnya disebut dengan hypochondria, merupakan rasa takut berlebihan mengenai kesehatan, sang penderita mengalami kecemasan berlebih akan rasa sakit atau memiliki penyakit.

Baca Juga: Mengenal Slow Living, Hidup Penuh Ketenangan untuk Kesehatan Mental

Penyebab Kecemasan

Sebenarnya para ahli tidak yakin akan penyebab kecemasan ini, namun beberapa faktor dapat menjadi alasan kecemasan tersebut terjadi pada seseorang.

Beberapa faktor penyebab diantaranya stress berlebih, faktor keturunan, trauma masa kecil seperti kekerasan yang terjadi pada anak, penggunaan obat-obatan, dan masih banyak lagi.

Selain itu, para peneliti percaya bahwa otak kita memiliki faktor dalam mengambil ingatan emosional dan mengendalikan rasa takut tersebut.

Tips Mengurangi Kecemasan

Mengubah gaya hidup adalah cara paling efektif untuk mengurangi stress dan kecemasan, beberapa cara diantaranya adalah dengan kualitas tidur yang cukup, melakukan meditasi, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat.

Jika kecemasan yang dialami sudah mengganggu aktivitas harian, lebih baik untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk menemukan jalan keluar.