Pemilu 2024

Anies Baswedan Gaet Cak Imin Demi Keruk Suara di Jawa Timur

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menyebut langkah Anies Baswedan menggaet Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024 demi mengeruk suara di Jawa

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sat deklarasi pasangan capres-cawapres di Hotel Yamato Surabaya. Foto: apahabar.com/Hanaa

apahabar.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menyebut langkah Anies Baswedan menggaet Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024 demi mengeruk suara di Jawa Timur.

Maka penetrasi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh untuk meminang Cak Imin dinilai beralasan, meskipun mesti mengorbankan Partai Demokrat.

"Nah dianggap sama Pak Surya Paloh, Cak Imin yang memahami betul cara untuk merebut suara-suara atau kantong-kantong NU di Jawa Timur," kata Pangi kepada apahabar.com, Senin (4/9).

Baca Juga: Tokoh NU Optimistis Anies-Imin Rebut 70 Persen Suara di Jatim

Pangi menerangkan elektabilitas Anies di sejumlah wilayah relatif stabil, namun perlu penetrasi lebih untuk menambal suara di Jawa Timur.

"Fokus Surya Paloh adalah karena memang relatif elektabilitas Anies bagus, merata di seluruh Indonesia dan yang pokok di DKI Jakarta, Banten kemudian Jawa Barat sudah termasuk Sumatra, Kalimantan dan Papua itu relatif bagus semua," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Singgung Presiden Indonesia Miliki Kesetiaan, Sindir Anies?

Cak Imin, kata dia, figur yang dinilai tepat untuk menambal kekosongan elektabilitas Anies di Jawa Timur. Maka pendekatan politik ke masyarakat dapat menjadi solusi demi keterdukungan Anies di pulau Jawa.

"Kampanye di Jawa timur itu beda dengan kampanye-kampanye konvensional di daerah lain. Pendekatannya beda, maintannya beda, cara masuknya beda, gemponya juga beda," jelasnya.

Terlebih Anies dinilai hanya mampu mengantongi 11 persen elektabilitas di Jawa Timur, maka diharapkan Cak Imin memberikan sokongan dukungan untuk menolong Anies di Pilpres 2024.

Baca Juga: Ditanya Surat untuk AHY: Anies Baswedan Senyum dan Geleng Kepala

"Karena kalau Jawa Tengah kan sebetulnya sudah selesai, sudah tutup buku, sudah susah penetrasi, zonasinya tidak lagi menjadi wilayah penting untuk pertempuran yang menjadi kebutuhan penting karena didominasi oleh Ganjar dan PDIP," paparnya.

Kata Pangi, Surya Paloh memahami bahwa Jawa Timur menjadi wilayah penting bagi Anies untuk merebut momentum demi memenangkan Pilpres 2024 mendatang.

"Bagi Surya Paloh kalau ingin menang ya harus memahami bahwa Jawa Timur salah satu battle ground atau kunci kemenangan meskipun Jawa tidak jadi penentu. Jawa adalah kunci, iya, nah kuncinya di Jawa Timur," pungkasnya.