Kalsel

Andalkan Sajam, Eks Polisi Penculik Anak di Banjarbaru Nekat Kabur

apahabar.com, BANJARBARU – Masih ingat nama Andre Gunawan? Bekas polisi, penculik sekaligus pencabul seorang siswi di…

Andre Gunawan terpaksa dilumpuhkan petugas dari Polres Banjarbaru menggunakan timah panas saat diamankan di tepi jalan kawasan perumahan Jalan Karang Rejo, Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, Minggu, 13 Januari silam. Saat itu Andre ditangkap terkait kasus penculikan dan pencabulan seorang siswi di Banjarbaru. Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Masih ingat nama Andre Gunawan?

Bekas polisi, penculik sekaligus pencabul seorang siswi di Banjarbaru itu kembali berulah.

Jumat (04/10) malam, Andre berupaya kabur dari Lapas Kelas II B Banjarbaru.

Dikonfirmasi apahabar.com, Kepala Keamanan Ketertiban (Kamtib) Lapas Banjarbaru Fikri Rahmadian, turut membenarkan.

"Benar Andre Gunawan berusaha kabur pada Jumat malam,” ujarnya, Senin (07/10) sore.

Tak cuma itu, Andre rupanya mengajak tiga tahanan lainnya untuk ikut melarikan diri.

“Ia dengan tiga napi lainnya berusaha melarikan diri dengan memanjat tembok sekitar pukul 21.00. Tapi, aksi tersebut berhasil kita gagalkan," katanya.

Andre yang berada di sel isolasi kamar 7 blok J awalnya memotong teralis belakang sel menggunakan gergaji.

Lalu, Andre mengajak delapan napi yang satu sel bersamanya untuk kabur. Namun, ada beberapa napi yang menolak. Hanya tiga orang saja ikut.

Lantas dari mana asal gergaji tersebut?

Diduga sajam tersebut didapat dari tahanan yang pernah satu sel dengannya.

“Ini menurut pengakuan Andre. Tapi barang bukti juga belum ditemukan,” ungkapnya.

Aksi nekat Andre baru diketahui petugas Lapas saat napi lainnya berteriak Andre melarikan diri.

"Napi yang di dalam sel bersama Andre teriak, memberitahu petugas. Dari situ petugas langsung menyebar dan melakukan pencarian," lanjutnya.

Tak lama dilakukan pencarian, kurang lebih 10 menit Andre dan 3 napi lainnya dapat ditangkap.

Saat itu Andre dan kawanannya telah berhasil memanjat tembok lapis pertama. Namun berhasil terciduk lampu sorot penjagaan meski dia bersembunyi di lumpur.

Menurut Fikri, Andre berhasil menyamarkan teralis besi yang sudah dipotong saat petugas berpatroli.

“Petugas setiap 1 jam sekali melakukan patroli untuk memastikan keamanan sel napi, ternyata Andre menyamarkan teralis yang sudah terpotong tersebut ketika ada petugas yang patroli,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi percobaan kabur Andre masih sangat jauh dari kata berhasil. Andre diyakini tidak akan bisa menembus dua lapisan tembok lainnya yang memiliki tinggi 10 meter lebih.

"Lapas Banjarbaru ini ada tiga tembok lapisan. Dia baru berhasil memanjat tembok pertama. Sedangkan dua tembok di depannya memiliki tinggi yang sama. Kalaupun dia berhasil memanjat tembok tinggi itu, dia bisa mati saat turunnya," beber Fikri.

Akibat percobaan melarikan diri, Andre dan tiga napi lainnya dicabut hak-haknya di dalam Lapas Banjarbaru. Dipastikan mereka tidak menerima remisi.

Untuk diketahui, mantan anggota Polres Kotabaru ini memang dikenal nekat sejak kasus penculikannya yang menghebohkan publik pada Januari lalu.

Andre divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarbaru. Ia dikenakan hukuman 15 tahun penjara.

Andre usai diamankan kembali oleh pihak Lapas Banjarbaru. Foto: Lapas for apahabar.com

Baca Juga: Tragedi Sungai Andai: Usai Membunuh, Arrafiq Ucap Istighfar

Baca Juga: 6 Polisi Disanksi Pembebasan Tugas Terkait Kematian Mahasiswa Kendari

Reporter: Nurul MufidahEditor: Fariz Fadhillah