Ananda Soroti Fenomena LGBT dan Peningkatan Kasus HIV di Banjarmasin

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, mengakui fenomena LGBT menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin

oleh Baha
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, mengakui fenomena LGBT menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, mengakui fenomena LGBT menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Meski belum memiliki data konkret terkait jumlah kelompok LGBT di Banjarmasin.

Keberadaan komunitas yang aktif di media sosial dengan jumlah anggota yang cukup besar dinilai perlu mendapat perhatian bersama.

“Kalau berbicara data, memang belum ada data yang konkret. Tetapi jika berkaca pada grup-grup media sosial, terdapat komunitas yang anggotanya mencapai ribuan orang. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ananda mengatakan berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan langkah yang tepat. Salah satu fokus yang akan dikaji adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait isu LGBT.

“Banyak saran yang menjadi perhatian kami. Pertama, bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai LGBT. Ini menjadi perhatian dan akan dirumuskan lebih lanjut oleh pemerintah kota,” katanya.

Tak hanya dari sisi sosial, Pemkot Banjarmasin juga menyoroti dampak kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan kasus HIV sepanjang tahun 2025. Menurut Ananda, kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat edukasi serta upaya pencegahan di tengah masyarakat.

“Hal ini berdampak pada faktor kesehatan. Apalagi pada tahun 2025 lalu kasus HIV mengalami peningkatan. Karena itu, persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar langkah pencegahan dan edukasi dapat dilakukan secara maksimal,” tuturnya.

Ke depan, ia berharap kebijakan yang disusun tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan semata, tetapi juga menyentuh pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman yang kuat mengenai identitas diri serta nilai-nilai sosial yang berkembang di masyarakat.

“Kami berharap generasi muda Banjarmasin memiliki pemahaman yang kuat mengenai identitasnya dan tumbuh menjadi generasi yang sehat serta berkarakter,” pungkasnya.