Ajang Duta Pepelingasih, Pemuda Banjar Adu Inovasi Kelola Sampah

Kreativitas mengubah sampah menjadi barang bernilai hingga kepedulian menjaga kebersihan sungai menjadi modal para pemuda Kabupaten Banjar untuk menjadi Duta Pe

Disbudporapar Banjar gelar ajang Duta Pepelingasih 2026, puluh pemuda saling adu inovasi kelola sampah. Foto-Diskominfo Banjar.

bakabar.com, BANJARBARU - Kreativitas mengubah sampah menjadi barang bernilai hingga kepedulian menjaga kebersihan sungai menjadi modal para pemuda Kabupaten Banjar untuk menjadi Duta Pepelingasih 2026. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di bidang lingkungan.

Seleksi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) tingkat Kabupaten Banjar digelar di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 32 peserta mengikuti seleksi, melebihi target awal yang hanya 25 orang.

Kepala Disbudporapar Banjar melalui Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Supriyadi, mengatakan para peserta dinilai berdasarkan pengalaman dan aksi nyata mereka dalam menjaga lingkungan.

"Peserta tidak hanya diuji dari pemahamannya, tetapi juga dari keterlibatan langsung dalam pengelolaan lingkungan. Bahkan ada yang menghadirkan inovasi berupa lampu berbahan dasar limbah," ujarnya.

Menurut Supriyadi, tingginya jumlah peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Dari seluruh peserta nantinya dipilih tiga duta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Banjar pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebelum bertanding di tingkat provinsi, para pemenang akan mendapatkan pembinaan dari dewan juri, Bank Sampah, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH).

Salah satu dewan juri, Gusti Rendy Firmansyah, menegaskan aspek aksi nyata menjadi penilaian utama dalam seleksi tersebut. Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan figur muda yang mampu menghadirkan solusi, bukan hanya memahami teori.

"Kami mencari sosok yang benar-benar bergerak di masyarakat dan memiliki program yang aplikatif untuk menjawab persoalan lingkungan," katanya.

Pada seleksi tahun ini, Helma berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Siti Anisa dan juara ketiga diraih Salim A Vadaq. Sementara Zaini Aripin meraih Harapan I.

Helma mengaku akan fokus menjalankan program edukasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta menghidupkan kembali Cafe Bank Sampah yang sempat vakum.

Ia berharap dapat membawa nama Kabupaten Banjar berprestasi pada ajang Duta Pepelingasih tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

"Target saya memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Banjar dan menjalankan program lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.