174 Rumah Terendam, Banjir Kotim Diprediksi Capai Kota Besi

Banjir luapan Sungai Mentaya di Kabupaten Kotim masih terus meluas. Sedikitnya 174 rumah warga kini terendam banjir akibat tingginya debit air dari wilayah hulu

SDN 2 dan SDN 3 Kuala Kuayan yang turut tergenang banjir di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu. Minggu (17/5/2026). Foto: BPBD Kotim

bakabar.com, SAMPIT - Banjir luapan Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, masih terus meluas dan diperkirakan bergerak hingga wilayah hilir di Kecamatan Kota Besi dalam beberapa hari ke depan.

Sedikitnya 174 rumah warga kini terendam banjir akibat tingginya debit air dari wilayah hulu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim, Multazam, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi massal. Namun, sebagian warga terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga atau tetangga terdekat.

“Untuk aktivitas masyarakat sementara menggunakan transportasi air,” ujar Multazam dalam laporan situasi banjir, Minggu (17/5/2026).

BPBD Kotim bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau perkembangan debit air dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta relawan di bantaran Sungai Mentaya.

Kesiapsiagaan juga mulai difokuskan di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, yang diprediksi menjadi titik akhir luapan banjir estafet dari hulu.

Selain rumah warga, banjir juga berdampak terhadap tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, dan sekitar 2.600 meter jalan desa maupun kabupaten. Secara keseluruhan, tercatat 99 kepala keluarga atau 219 jiwa terdampak banjir yang tersebar di sejumlah wilayah. 

"Daerah yang masih dilanda banjir berada di Kecamatan Mentaya Hulu, meliputi Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, dan Kelurahan Kuala Kuayan," kata Multazam.

Sementara itu, kondisi banjir di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang dan Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang dilaporkan mulai surut. Sedangkan untuk Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, BPBD masih menunggu pembaruan laporan terkini.

BPBD juga menyiapkan asesmen lanjutan terhadap lokasi longsor di Desa Tumbang Mujam bersama OPD teknis terkait. Pendataan rumah dan fasilitas terdampak terus dilakukan, terutama di wilayah yang debit airnya masih mengalami kenaikan akibat kiriman dari hulu.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, curah hujan di Kotim diprediksi mulai menurun pada Dasarian III Mei 2026. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan susulan.