bakabar.com, BALANGAN – Sebanyak 111 anak Raudhatul Athfal (RA) mengikuti pengukuhan dan perpisahan Tahun Ajaran 2025/2026 di Mahligai Mayang Maurai, Paringin, Senin (15/6/2026). Momentum tersebut menjadi penanda selesainya pendidikan usia dini sekaligus langkah awal menuju jenjang pendidikan dasar.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Ceria, Mandiri, dan Berakhlakul Karimah di Bumi Sanggam” itu menekankan pentingnya pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Balangan, Sahriah, mengatakan pendidikan di RA tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun fondasi moral dan spiritual anak.
Menurutnya, lembaga RA memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter yang akan menjadi bekal anak dalam menjalani pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Di Balangan yang memiliki nilai budaya dan religius yang kuat, kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kepribadian yang kuat,” ujarnya.
Sahriah menambahkan, pengukuhan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dilalui para peserta didik selama menempuh pendidikan usia dini. Selain menjadi momen kebanggaan bagi anak dan orang tua, kegiatan itu juga menjadi tonggak awal dalam perjalanan pendidikan mereka.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Saiful Hadi, menilai keberhasilan anak-anak mengikuti proses pendidikan di RA tidak terlepas dari dedikasi para guru dalam mendampingi perkembangan peserta didik.
Ia menyebut pendidikan anak usia dini memiliki tantangan tersendiri karena tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di RA dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar, baik Madrasah Ibtidaiyah maupun Sekolah Dasar,” katanya.
Menurut Saiful, kemampuan anak-anak tampil dan berpartisipasi dalam kegiatan pengukuhan menjadi bukti keberhasilan para pendidik dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi peserta didik sejak usia dini.
Raudhatul Athfal sendiri merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan setara dengan taman kanak-kanak. Keberadaannya dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan keagamaan yang kuat.
Dengan bekal tersebut, para lulusan RA diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah, sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia berkualitas di Kabupaten Balangan.